Selasa, 02 Juli 2013

MANFAAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research memiliki banyak manfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia. Ada banyak hal yang menjadi alasannya. Di antaranya bahwa, hasil-hasil dari PTK dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kualitas pembelajaran di dalam kelas guru yang bersangkutan.

A.    Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Ahli
Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :
1.Mohammad Asrori (2007:15) menyatakan bahwa manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dikaji dari beberapa pembelajaran dikelas. Manfaat yang terkait dengan komponen  pembelajaran antara lain :
a.Inovasi pembelajaran
b.Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan kelas 
c.Peningkatan profesionalisme guru
2. Sukayati (2008: 13) manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terkait dengan pembelajaran hampir sama dengan yang disampaikan oleh Mohammad Asrori antara lain mencakup hal-hal berikut:
a.Inovasi, dalam hal ini guru perlu selalu mencoba, mengubah, mengembangkan, dan meningkatkan gaya mengajarnya agar mampu merencanakan dan melaksanakan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kelas dan zaman.
b.Pengembangan kurikulum di tingkat kelas dan sekolah, PTK dapat dimanfaatkan secara efektif oleh guru untuk mengembangkan kurikulum. Hasil-hasil PTK akan sangat bermanfaat jika digunakan sebagai sumber masukan untuk mengembangkan kurikulum baik di tingkat kelas maupun sekolah.
c.Peningkatan profesionalisme guru, keterlibatan guru dalam PTK akan dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran. PTK merupakan salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru untuk memahami apa yang terjadi di kelas dan cara pemecahannya yang dapat dilakukan.
3.Rustam dan Mundilarto (2004) mengemukakan manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru, yaitu:
a.Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran
b.Meningkatkan profesionalitas guru
c.Meningkatkan rasa percaya diri guru
d.Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya.
4.Cole dan Knowles (Prendergast, 2002:3-4) manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah dapat mengarahkan para guru untuk melakukan kolaborasi, refleksi, dan bertanya satu dengan yang lain dengan tujuan tidak hanya tentang program dan metode mengajar, tetapi juga membantu para guru mengembangkan hubungan-hubungan personal.
5.Noffke (Prendergast (2002:5), manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah dapat mendorong para guru melakukan refleksi terhadap praktek pembelajarannya untuk membangun pemahaman mendalam dan mengembangkan hubungan-hubungan personal dan sosial antar guru.
6.Whitehead (1993) manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah dapat memfasilitasi guru untuk mengembangkan pemahaman tentang pedagogik dalam rangka memperbaiki pembelajarannya.
7.Prendergast (2002) manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah :
a.Dapat membantu pengembangan kompetensi guru dalam menyelesaikan masalah pembelajaran mencakup kualitas isi, efisiensi, dan efektivitas pembelajaran, proses, dan hasil belajar siswa
b.Peningkatan kemampuan pembelajaran akan berdampak pada peningkatan kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional guru.

B. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Siswa, Guru, Sekolah dan Teori Pendidikan
1.Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Siswa dan Pembelajaran
Tujuan PTK adalah memperbaiki kualitas proses pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki hasil belajar siswa, sehingga PTK mempunyai manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan adanya pelaksanaan PTK, kesalahan dan kesulitan dalam proses pembelajaran (baik strategi, teknik, konsep, dan lain-lain) akan dengan cepat dapat dianalisis dan didiagnosis, sehingga kesalahan dan kesulitan tersebut tidak akan berlarut-larut. Jika kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki, maka pembelajaran akan mudah dilaksanakan, menarik, dan hasil belajar siswa diharapkan akan meningkat.
Ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara pembelajaran dan perbaikan hasil belajar siswa. Keduanya akan dapat terwujud, jika guru memiliki kemampuan dan kemauan untuk melakukan PTK. Selain PTK dapat meningkatkan hasil belajar siswa, PTK yang dilakukan oleh guru dapat menjadi model bagi siswa dalam meningkatkan prestasinya. Guru yang selalu melakukan PTK yang inovatif dan kreatif akan memiliki sikap kritis dan reflektif terhadap hasil belajar yang dicapai siswa. Sikap kristis inilah yang akan dijadikan model bagi siswa untuk terus merefleksi diri sebagaimana yang dilakukan oleh gurunya. Adapun Manfaat PTK bagi siswa secara terperinci yaitu :
a. Peningkatan atau perbaikan kinerja siswa di sekolah
b. Peningkatan atau perbaikan masalah-masalah pendidikan anak di sekolah
c.Peningkatan dan perbaikan kualitas dalam penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah
d.Memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, kesenangan dalam diri siswa untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Di samping itu, hasil belajar siswa pun dapat meningkat
e.Memberikan bekal kecakapan berfikir ilmiah melalui keterlibatan siswa dalam kegiatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru
2.Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Guru
a.Guru memiliki kemampuan memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi dikelasnya. Keberhasilan dalam perbaikan ini akan menimbulkan rasa puas bagi guru, karena Ia telah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi siswanya melalui proses pembelajaran yang dikelolanya.
b.Dengan melakukan PTK, guru dapat berkembang dan meningkatkan kinerjanya secara profesional, karena guru mampu menilai, merefleksi diri, dan mampu memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Dalam hal ini, guru tidak lagi hanya sebagai seorang praktisi yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama ini, namun juga sebagai peneliti dibidangnya yang selalu ingin melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
c.Melalui PTK, guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri. Guru tidak hanya menjadi penerima hasil perbaikan dari orang lain, namun guru itu sendiri berperan sebagai perancang dan pelaku perbaikan tersebut, sehingga diharapkan dapat menghasilkan teori-teori dan praktik-praktik pembelajaran. 
d.Dengan PTK, guru akan merasa lebih percaya diri. Guru yang selalu merefleksi diri, melakukan evaluasi diri, dan menganalisis kinerjanya sendiri di dalam kelas, tentu saja akan selalu menemukan kekuatan, kelemahan, dan tantangan pembelajaran dan pendidikan masa depan, dan mengembangkan alternatif pemecahan masalah / kelemahan yang ada pada dirinya dalam pembelajaran. Guru yang demikian adalah guru yang memiliki kepercayaan diri yang kuat.
3. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Sekolah
Sekolah yang para gurunya memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan atau perbaikan kinerjanya secara profesional, maka sekolah tersebut akan berkembang pesat. Ada hubungan yang erat antara berkembangnya suatu sekolah dengan berkembangnya kemampuan guru. Sekolah tidak akan berkembang, jika gurunya tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri. Kaitannya dengan PTK, jika sekolah yang para gurunya memiliki keterampilan dalam melaksanakan PTK tentu saja sekolah tersebut akan memperoleh manfaat yang besar, karena peningkatan kualitas pembelajaran mencerminkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Adapun Manfaat PTK bagi sekolah secara terperinci yaitu :
a.Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
b.Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
c.Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
d.Menumbuh-kembangkan budaya ilmiah di lingkungan sekolah, untuk proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan/pembelajaran secara berkelanjutan.
e.Memberikan nilai tambah (value added) yang positif bagi sekolah
f.Menjadi alat evaluator dari program dan kebijakan pengelolaan sekolah yang sudah berjalan
4.Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Teori Pendidikan
Manfaat bagi teori pendidikan yaitu dapat menjadi jembatan teori dan praktik, dengan artian seorang praktisi ataupun guru akan berkolaborasi dengan seorang akademikus sehingga berpotensi menerjemahkan teori yang bersifat konseptual menjadi hal-hal yang bersifat riil dan praktis.

Dari beberapa penjelasan diatas, maka adapun manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Secara umum, yaitu :
1. Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.
2.Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung profesionalisme dan karir guru.
3.Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
4.Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.
5.Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.
6.Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

TUJUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk memperbaiki layanan pendidikan yang harus diselenggarakan dalam konteks pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas program sekolah secara keseluruhan. Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan tujuan Penelitian Tindakan Kelas. Tujuan ini dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelajaran di kelas, baik disadari atau mungkin tidak disadari.
A.   Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Para Ahli
1. Kunandar (2008), dalam bukunya disebutkan bahwa tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah sebagai berikut :
a. Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik dikalangan para guru.
b. Peningkatan kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terus menerus mengingat masyarakat berkembang secara cepat.
c. Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui peningkatan proses pembelajaran.
d. Sebagai alat training in-service,yang memperlengkapi guru dengan skill dan metode baru, mempertajam kekuatan analisisnya dan mempertinggi kesadaran dirinya.
e. Sebagai alat untuk memasukkan pendekatan tambahan atau inovatif terhadap system pembelajaran yang berkelanjutanyang biasanya menghambat inovasi dan perubahan.
f.Peningkatan hasil mutu pendidikan melalui perbaikan praktik pembeljaran di kelas dengan mengembangkan berbagai jenis ketrampilan dan menningktkan motivasi belajar siswa.
g.Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
h.Menumbuh kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah, sehingga tercipta proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan.
i. Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan atau perbaikan proses pembelajran di samping untuk meningkatkan relevansi dan mutu hasil pendidikan juga situnjukkan untuk meningkatkan efisiensi peemanfaatan sumber-sumber daya yang terintegrasi di dalamnya.
2.Muslich (2000). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah.
3.      Suyanto (1997). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Selain itu, Suyanto (1999) Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu :
a.       Tujuan utama pertama, melakukan perbaikan dan peningkatan layanan profesional Guru dalam menangani proses pembelajaran. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi, kemudian mencoba secara sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara teoretis dan praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. Dengan kata lain, guru melakukan perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan evaluasi, dan refleksi.
b. Tujuan utama kedua, melakukan pengembangan keteranpilan Guru yang bertolak dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai persoalan aktual yang dihadapinya terkait dengan pembelajaran. Tujuan ini dilandasi oleh tiga hal penting, (1) kebutuhan pelaksanaan tumbuh dari Guru sendiri, bukan karena ditugaskan oleh kepala sekolah, (2) proses latihan terjadi secara hand-on dan mind-on, tidak dalam situasi artifisial, (3) produknyas adalah sebuah nilai, karena keilmiahan segi pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan.
c. Tujuan sertaan, menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru.
4.Daryant (2011 : 13-14). Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) harus sesuai dan konsisten dengan permasalahan yang akan diteliti. Perumusan tujuannya haruslah dilakukan dengan jelas, baik dan terencana. Harus jelas untuk apa dan siapa penelitian ini ditujukan. Tujuan dari PTK disini berbeda dengan tujuan formal yang artinya, tujuan dari PTK ini bukan dari apa yang tampak untuk diteliti melainkan proses dan hasil yang  ingin kita capai dalam penelitian tersebut, Misalnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam akan diterapkan strategi proses belajar mengajar yang baru salah satunya dengan meningkatkan pemanfaatan lingkungan sebagai medianya. Dalam hal ini pengembangan PBM tersebut bukanlah rumusan dari tujuan PTK tetapi hasil yang akan dicapai yaitu meningkatnya  hasil belajar peserta didik lah yang merupakan tujuan  dari penelitian tindakan kelas itu sendiri.
5.Arikunto, dkk (2009 : 106-107). Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional pendidik dalam menangani proses belajar di dalam kelas. Tujuan itu dapat dicapai dengan melaukakan tindakan alternatif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Fokus penelitian ini terdapat pada tindakan yang direncanakan oleh guru, yang selanjutnya akan diterapkan pada peserta didik, kemudian dievaluasi apakah berhasil atau tidak.
6.Grundy dan Kemmis (1982) dalam (Sanjaya,2010:30-33). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mencakup :
a.Peningkatan Praktik. Pada umumnya, tujuan penelitian adalah untuk menemukan atau untuk menggeneralisasikan sesuatu yang terlepas dari kebutuhan dan tuntutan masyarakat pada umumnya. Oleh karenanya, hasil sebuah penelitian kadang-kadang sulit untuk diterapkan oleh para praktisi di lapangan. Hal ini mungkin disebabkan oleh dua hal, pertama, penelitian pada umumnya lebih banyak  berangkat dari konsep-konsep yang hanya di pahami oleh kalangan tertentu  sehiNgga tidak menyentuh kebutuhan lapangan secara real dan pasti. Kedua, sulit memasyarakatkan atau menyebarkan hasil penelitian kepada para praktisi dengan berbagai alasan, sehingga hasil penelitian hanya banyak menghiasi perpustakaan perguruan tinggi yang sulit untuk dijangkau dan tidak bias diterangkan.
b.Pengembangan Profesional. Salah satu sifat dari seorang profesional adalah keinginannya untuk meningkatkan kualitas kinerja agar lebih baik untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Seorang professional tidak akan cepat puas dengan hasil yang diperolehnya ia akan selalu mencari dan menggali informasi dari berbagai sumber, kemudian mencoba dan mencoba sesuatu yang baru hingga hasil yang diperoleh akan semakin sempurna. Seorang professional akan selalu tanggap terhadap setiap perubahan baik perubahan social maupun perubahan dan perkembangan bidang ilmu yang di gelutinya, yang kesemuannya itu akan mempengaruhi bagaimana seharusnya ia melaksanakan tugasnya.
c.Peningkatan Situasi Tempat  Praktik. Guru yang professional dalam mengerjakan tugas mengajarnya, akan selalu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan memanfaatkan berbagai rekayasa tekhnologi untuk untuk meningkatkan kualitas mengajarnya dan kinerjanya.
7.Bahri (2012 : 10). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk memperbaiki praktek dalam pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas dalam prosesnya agar hasil belajar pun dapat meningkat, secara lebih luas PTK bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan disekolah dan masyarakat.
8.Sanjaya (2010 : 33). Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah peningkatan kualitas proses belajar dan kualitas hasil belajar, Dimana peningkatan itu dilakukan secara praktis, yang artinya pelaksanaannya kadang tidak memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah tetapi lebih kepada situasi dan kondisi yang secara nyata terjadi di lapangan.
9.Tahir (2011 : 85). Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  adalah perbaikan dan peningkatan keprofesionalan guru dalam PBM. Sedang tujuan sertaan dari PTK adalah mengembangkan keterampilan guru untuk menyelesaikan segala persoalan aktual yang terkait pembelajaran.
10.Suhadjono (2007:61). Tujuan penelitian tindakan kelas itu adalah :
a.Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, serta hasil pendidikan dan pembelajaran disekolah
b.Membantu guru dan tenaga kekependidikan lainnya mengatasai masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam kelas
c.Meningkatkan sikap professional pendidik dan tenaga kependidika
d.Menumbuh-kembangkan budaya akademik dilingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjuta (sustainable).
11.I Wayan Santyasa (2007). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digolongkan atas dua jenis, tujuan utama dan tujuan sertaan. Tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Tujuan utama pertama, melakukan perbaikan dan peningkatan layanan professional Guru dalam menangani proses pembelajaran. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi, kemudian mencoba secara sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara teoretis dan praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. Dengan kata lain, guru melakukan perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan evaluasi, dan refleksi. 
b.Tujuan utama kedua, melakukan pengembangan keteranpilan Guru yang bertolak dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai persoalan aktual yang dihadapinya terkait dengan pembelajaran. Tujuan ini dilandasi oleh tiga hal penting, (1) kebutuhan pelaksanaan tumbuh dari Guru sendiri, bukan karena ditugaskan oleh kepala sekolah, (2) proses latihan terjadi secara hand-on dan mind-on, tidak dalam situasi artifisial, (3) produknyas adalah sebuah nilai, karena keilmiahan segi pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan.
c.Tujuan sertaan, menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru.
12.Kasihani (1999). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah :
a.Meningkatkan dan memperbaiki praktek pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru, mengingat masyarakat kita berkembang begitu cepat. Hal ini akan berakibat terhadap meningkatnya tuntutan layanan pendidikan yang harus dilakukan oleh guru. PTK merupakan cara yang strategis bagi guru untuk meningkatkan atau memperbaiki layanan tersebut. 
b.Meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan atau perbaikan praktek pembelajaran di kelas hanya tujuan antara, sedangkan tujuan akhir adalah peningkatan mutu pendidikan. Misal, terjadi peningkatan motivasi siswa dalam belajar, meningkatnya sikap positif siswa terhadap mata pelajaran, bertambahnya keterampilan yang dikuasai, adalah merupakan beberapa contoh dari tujuan antara sebagai hasil jangka pendek dari peningkatan praktek pembelajaran di kelas. Sasaran akhirnya adalah meningkatnya mutu pendidikan. 
c.Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif untuk memperbaiki pembelajaran, berdasar pada persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi guru di kelas.
13.  Asikin (2009 : 41). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) antara lain:
a.Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
b.Untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan professional pendidik dalam
c. Menangani proses belajar mengajar di kelas.
d.Pengembangan keterampilan proses pembelajaran yang dihadapi guru di kelasnya.
e.Sebagai proses latihan dalam jabatan dan layanan pembelajaran yang akurat.
14.  McNiff (1992). Dasar utama bagi dilaksanakannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan di sini terkait dengan memiliki konteks dengan proses pembelajaran. Tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan alternative dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran.
15.Borg (1996). Tujuan utama penelifian tindakan adalah untuk pengembangan keterampilan guru berdasarkan pada persoalan-persoalan pembelajaranyang dihadapi guru di kelasnya sendiri, dan bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan.

B.   Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Berdasarkan pendapat para ahli, adapun Tujuan Penelitian Tindakan Kelas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.
2. Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.
3. Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.
4. Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.
5.Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.
6.Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.
7.Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.
8.Memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atau tempat kerja (Isaac, 1994:27).
9.Menemukan pemecahan masalah yang dihadapi sesorang dalam tugasnya sehari-hari dimana pun tempatnya, di kelas, di kantor, di rumah sakit, dan seterusnya.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan umum dari penelitian tindakan kelas adalah untuk memecahkan permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas sehinggah tercipta perbaikan dan peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran.
Dengan terlaksananya tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tersebut, maka dapat diharapkan dapat menghasilkan perbaikan dan peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran, sebagai berikut :
1.Perbaikan dan peningkatan mutu isi, proses, hasil pembelajaran.
2.Perbaikan dan peningkatan terhadap prestasi belajar peserta didik di kelas atau ruang kuliah.
3.Perbaikan dan peningkatan terhadap materi, metode, dan penggunaan media pembelajara di kelas.
Mengacu pada tujuan Penelitian Tindakan Kelas diatas maka Output atau hasil yang diharapkan melalui PTK adalah peningkatan atau perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Peningkatan atau perbaikan kinerja siswa di sekolah.
2. Peningkatan atau perbaikan mutu proses pembelajaran di kelas.
3.Peningkatan atau perbaikan kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan sumber belajar lainya.
4.Peningkatan atau perbaikan kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa.
5.Peningkatan atau perbaikan masalah-masalah pendidikan anak di sekolah.
  Peningkatan dan perbaikan kualitas dalam penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa (Mohammad Asrori, 2007:14)

PRINSIP PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Prinsip adalah suatu pegangan. Dan salah satu fungsi pegangan adalah untuk pedoman. (Suyadi, 2012 : 29)
Agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik tanpa menganggu tugas utama dari seorang guru, dibutuhkan prinsip yaitu apa yang harus ada tanpa menganggu apa yang menjadi tugas utama dari guru. Bahkan prinsip ini diharapkan agar PTK dapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilaksanakan tanpa mengganggu komitmennya sebagai pengajar. Artinya dalam pelaksanaannya PTK tetap mempunyai pedoman-pedoman dasar yang tidak boleh untuk dilanggar oleh guru.
Hal ini agar pelaksanaan PTK tetap dapat terlaksana dengan baik tetapi tetap sesuai dengan apa yang telah direncanakan tanpa menganggu apa yang menjadi tujuan dari guru secara formal.
                                           
A.Prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Secara umum prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tersebut adalah :
1.Tidak mengganggu komitmen guru sebagai pengajar;
2.Metode pengumpulan data tidak menuntut waktu yang berlebihan;
3.Metodologi yang digunakan harus reliable sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan;
4.Masalah berawal dari kondisi nyata di kelas yang dihadapi guru;
5.Dalam penyelenggaraan penelitian, guru harus memperhatikan etika profesionalitas guru;
6.Meskipun yang dilakukan adalah di kelas, tetapi harus dilihat dalam konteks sekolah secara menyeluruh;
7.Tidak mengenal populasi dan sampel;
8.Tidak mengenal kelompok eksperimen dan control;
9.Tidak untuk digeneralisasikan.

B.Prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Arikunto (2006)
Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas menurut Arikunto (2006) yaitu :
1.Kegiatan Nyata dalam Situasi Rutin
Penelitian yang dilakukan peneliti tidak boleh mengubah suasana rutin, penelitian harus dalam situasi yang wajar, sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini berkaitan erat dengan profesi guru yaitu melaksanakan pembelajaran, sehingga tindakan yang cocok dilakukan oleh guru adalah yang menyangkut pembelajaran.
2.Adanya Kesadaran Diri Untuk Memperbaiki Kerja
Kegiatan penelitian tindakan kelas dilakukan bukan karena keterpaksaan, akan tetapi harus berdasarkan keinginan guru, guru menyadari adanya kekurangan pada dirinya atau pada kinerja yang dilakukannya dan guru ingin melakukan perbaikan. Guru harus berkeinginan untuk melakukan peningkatan diri untuk hal yanglebih baik dan dilakukan secara terus menerus sampai tujuannya tercapai
3.SWOT Sebagai Dasar Berpijak
PeNelitian tindakan dimulai dengan melakukan analisis SWOT, yang terdiri atas unsur-unsur, yaitu :
- Strength : Kekuatan
- Weaknesses : Kelemahan
- Opportunity : Kesempatan
- Threat : Ancaman
Empat hal tersebut dilihat dari sudut guru yang melaksanakan maupun siswa yang dikenai tindakan. Dengan berpijak pada hal-hal tersebut penelitian tindakan dapat dilaksanakan hanya bila ada kesejalanan antara kondisi yang ada pada guru dan juga siswa. Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri peneliti dan subjek tindakan diidentifikasi secara cermat sebelum mengidentifikasi yang lain.
4.Upaya Empiris dan Sistemik
Dengan telah dilakukannya analisis SWOT, tentu saja apabila guru melakukan penelitian tindakan, berarti guru sudah mengikuti prinsip empiris (terkait dengan pengalaman) dan sistemik, berpijak pada unsur-unsur yang terkait dengan keseluruhan sistem yang terkait dengan objek yang sedang digarap. Pembelajaran adalah sebuah sistem, yang keterlaksanaannya didukung oleh unsur-unsur yang kait mengkait. Jika guru mengupayakan cara mengajar baru, harus juga memikirkan tentang sarana pendukung yang berbeda, mengubah jadwal pelajarandan semua yang terkait dengan hal-hal yang baru diusulkan tersebut.
5.Ikuti Prinsip SMART dalam Perencanaan
Ketika guru menyusun rencana tindakan, hendaknya mengingat hal -hal yang terkandung dalam SMART, yaitu:
- Spesifik : khusus, permasalahan tidak terlalu umum
- Managable : dapat dikelola, dilaksanakan. Penelitian tindakan kelas hendaknya tidak sulit, baik dalam menentukan lokasi, mengumpulkan hasil, mengoreksi, atau kesulitan dalam bentuk lain
- Acceptable : dapat diterima, dalam konteks ini dapat diterima oleh subjek yang dikenai tindakan, artinya siswa tidak mengeluh gara-gara guru memberikan tindakan-tindakan tertentu dan juga lingkungan tidak terganggu.
- Realistic : operasional, tidak di luar jangkauan. Penelitian tindakan kelas tidak menyimpang dari kenyataan dan jelas bermanfaat bagi diri guru dan siswa. 
- Time-Bound : diikat oleh waktu, terencana, artinya tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap siswa sudah tertentu jangka waktunya. Batasan waktu ini penting agar guru mengetahui betuk hasil yang diberikan kepada siswanya.
Ketika guru menyusun rencana tindakan, harus mengingat hal-hal yang disebutkan dalam SMART. Tindakan yang dipilih peneliti harus :
a.Khusus specific, masalah yang diteliti tidak terlalu luas, ambil satu aspek saja sehingga langkah dan hasilnya dapat jelas dan spesifik.
b.Mudah dilakukan, tidak sulit atau berbelit, misalnya kesulitan dalam mencari lokasi mengumpulkan hasil, mengoreksi dan lainnya.
c.Dapat diterima oleh subjek yang dikenai tindakan, artinya siswa tidak mengeluh gara-gara guru memberikan tindakan dan juga lingkungan tidak terganggu karenanya.
d.Tidak menyimpang dari kenyataan dan jelas bermanfaat bagi dirinya dan subjek yang dikenai tindakan.

C.Prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Hopkins (1993)
Menurut Hopkins  (1993) ada enam prinsip dalam PTK, yaitu :
1.Autentik
Masalah yang ditangani adalah masalah pembelajaran yang nyata  dan  merisaukan  tanggung  jawab  profesional  dan  komitmen terhadap  pemerolehan  mutu  pembelajaran.  Prinsip  ini  menekankan bahwa  diagnosis  masalah  bersandar  pada  kejadian  nyata  yang berlangsung dalam konteks pembelajaran yang sesungguhnya. Apabila pendiagnosisan  masalah  berdasarkan  pada  kajian  akademik  atau kajian  literatur  semata,  maka  penelitian  tersebut  dipandang  sudah melanggar   prinsip   keautentikan   masalah,   Jadi,   masalah   harus didiagnosis  dari  kancah  pembelajaran  yang    sesungguhnya,  bukan sesuatu yang dibayangkan akan terjadi secara akademik.
2.Integral
Kegiatan PTK adalah pengembangan pembelajaran yang merupakan bagian integral dari pembelajaran harus diselenggarakan dengan tetap bersandar pada alur pikir dan kaidah ilmiah. Alur pikir yang  digunakan  dimulai  dari  pendiagnosisan  masalah  dan  faktor penyebab timbulnya masalah, pemilihan tindakan yang sesuai dengan permasalahan  dan  penyebabnya,  dan  apabila  perlu  dirumuskan hipotesis  tindakan  yang  tepat,  Selanjutnya,  dilakukan  penetapan skenario  tindakan,  prosedur  pengumpulan  data,  dan analisis  data. Objektivitas,  reliabilitas,  dan  validitas  proses,  data,  dan  hasil  tetap dipertahankan  selama  penelitian  berlangsung.  Prinsip  kedua  ini mempersyaratkan    bahwa    dalam   menyelenggarakan    kegiatan pengembangan pembelajaran tetap digunakan kaidah-kaidah ilmiah.
3.Sitematis
Pelaksanaan   PTK   merupakan   bagian   integral   dari pembelajaran yang tidak menuntut kekhususan waktu maupun metode pengumpulan data. Tahap-tahap pengembangan pembelajaran selaras dengan  pelaksanaan  pembelajaran,  yaitu  persiapan,  pelaksanaan pembelajaran, observasi kegiatan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil pembelajaran, dan refleksi dari proses dan hasil pembelajaran. Prinsip ketiga ini mengisyaratkan agar proses dan hasil pembelajaran direkam  dan  dilaporkan  secara  sistematis  dan  terkendali  menurut kaidah ilmiah.
4.Siklis
Tugas    guru    yang    utama    adalah    menyelenggarakan pembelajaran  yang  baik dan  berkualitas.  Untuk  itu,  guru  memiliki komitmen dalam mengupayakan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran   secara   terus-menerus.   Dalam   menerapkan   suatu tindakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran ada kemungkinan tindakan yang dipilih guru kurang berhasil, maka harus tetap berusaha mencari  alternatif  lain,  tanpa  menggeser  tema  sentral.  Guru  harus menggunakan  pertimbangan  dan  tanggung  jawab  profesionalnya dalam pengupayakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi dalam  pembelajaran.  Prinsip  pertama  ini  berimplikasi  pada  sifat pengembangan pembelajaran sebagai suatu upaya yang berkelanjutan secara   siklis   sampai   terjadinya   peningkatan,   perbaikan,   atau kesembuhan sistem, proses, hasil, dan sebagainya.
5.Konsisten

      Konsistensi sikap dan kepedulian guru dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sangat diperlukan. Hal ini penting karena upaya peningkatan kualitas pembelajaran perlu perencanaan dan  pelaksanaan  yang  sungguh-sungguh.  Oleh  karena  itu,  motivasi untuk memperbaiki kualitas harus tumbuh dari dalam, bukan sesuatu yang bersifat instrumental.
6.Komprehensif
Cakupan   permasalahan   pembelajaran   tidak   seharusnya dibatasi  pada  masalah  pembelajaran  di  ruang  kelas,  tetapi  dapat diperluas pada tataran di luar ruangan, misalnya di laboratorium atau di perpustakaan. Perspektif yang lebih luas akan memberi sumbangan lebih signifikan terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan.